Ibu. Bunda. Mama. Mami. Ummi, dan semua panggilan untuk seorang Ibu.
Kita semua mencintai mereka dengan cara kita masing-masing, baik kita sadari maupun tidak.
Mereka wanita terbaik yang ada di hidup seorang anak.
Aku dan ibuku sangat dekat. Kami berbagi cerita atas semuanya. Aku tidak bisa berbohong padanya, begitu pula sebaliknya.
Meski begitu, ada saat aku mempertanyakan segalanya. Continue reading
I’ve lived with my family for 23 years. Since I open my eyes and never be apart with them. Belajar jalan, belajar makan, belajar baca, belajar jahil, belajar petak umpet sama Mamah saat tidur siang (*Mamah tidur dan aku kabur main keluar hahaha). Jalur pendidikan yang diambil mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan Kuliah. Semuanya aku lalui bersama dan dekat dengan keluarga. Alhamdulillah…, mereka yang paling ngerti aku. Astaghfirullah…,karena somehow aku jadi orang yang kurang mandiri, dan cepet homesick :p . Pertama kali cukup jauh dari orangtua untuk waktu yang lama adalah saat Kerja Praktek di Jogja selama >1 bulan. Baru minggu kedua pisah, udah sakit dan homesick, gak keren banget kan???
Mamah dan Bapak gak pernah bedain aku sama Adek. Meskipun Adekku anak cowok dan bungsu, it doesn’t mean dia lebih disayang. Kami semua disayang sesuai porsinya. Aku inget, pas masa kuliah aja aku masih disuapin kalau makan sebelum berangkat. Biar lebih efisien (haha..ngeles) aku makan sambil siap-siap berangkat.
Hingga akhirnya tiba suatu masa untuk memilih. Continue reading
Ibu, seorang wanita tangguh yang melahirkan aku ke dunia.Ibu, seorang wanita cerdas yang mengajarkan aku di sekolah. Ibu, seorang wanita hebat yang menjual kue kesukaanku. Ibu, seorang wanita cantik yang menjadi idolaku. Semua, Ibu, sujud hormatku padamu.
Kali ini aku akan bercerita tentang seorang ibu, “ibu” wali ku di sekolah. Sudah lama aku dan teman-teman merencanakan untuk memberi kenang-kenangan kepada “Ibu” wali kami tercinta. Tapi kenyataannya baru beberapa bulan kemudian rencana itu benar-benar terwujud.
Ketika kami datang dan akhirnya menyerahkan kenang-kenangan tersebut, Ibu terlihat sangat bahagia. Terlihat Ibu sangat terharu.
Kalimat pertama yang teruari dari mulut beliau..
“Maaf mungkin Ibu tidak bisa membalas pemberian kalian. Ibu hanya akan mendoakan kesuksesan kalian dan ada sedikit tulisan yang Ibu pikir sangat baik untuk kalian ketahui.”
Ibu lalu membacakan tulisan ini di depan kami: Continue reading
“Kenapa sih ibu gak ngizinin aku liburan ke pantai? Aku kan bosaaaan.. lagian aku juga pergi dengan teman-teman”, seorang anak mengeluh karena tidak diberikan izin oleh ibunya.
“Ibu, doain aku ya semoga bisa ujiannya”, kataku sebelum berangkat kuliah. Aku selalu meminta pada ibuku karena aku percaya doa ibu menjadi salah satu faktor pelancar dalam ujianku.
Lalu sepenting apa sih izin orang tua, terutama ibu, untuk kalian?
Bagiku hal itu sangat penting. Kalau mungkin dirangkai sebagai sebuah kalimat, aku bisa bilang… “I love what you love, I hate what you hate, mom“.
Aku tenang ketika apa yang aku lakukan diizinkan oleh orang tua, terutama ibu. Gak perlu sembunyi-sembunyi kayak maling.
She was the first human being who taught me how to be grateful by saying
“Alhamdulillah” for all the things that God has given me since the day I was born.
Being grateful makes me relieve. Makes me peace. And makes me believe that God is always on my side.
She is the woman in my life who teaches me everything about this life. She matters to me.
“Bug bug bug…..”
Suara hujan menghantam payung merah yang kugunakan sore tadi. Payung yang kupakai ternyata tak cukup melindungiku, selain hujan yang turun sangat deras, angin yang berhembus pun sangat besar. Walaupun begitu, aku tak berteduh di suatu tempat tetapi tetap melanjutkan perjalananku sore tadi. Alhasil, basah kuyup pun tak terelakkan lagi. Payung merahku tak bisa melindungiku dari guyuran hujan yang luar biasa derasnya itu. Continue reading
“Ayo makan.”
“Ayoo, makaan!”
“Ayoo, makaan cepaat!”
Entah berapa kali dalam hidup saya, mendengar ajakan (atau perintah?) Ibu untuk makan. Tidak peduli saya sudah berkepala dua, terkadang saya mendengar Ibu memerintahkan untuk makan. Bingunggg dan bosaaan banget..
Walaupun saya sudah makan, ibu saya selalu bertanya:
“Kamu sudah makan? Ayo makan dulu.”
“Udah tadi Bu, baru saja.”
“Loh, Ibu ga liat.”
Hmm….
Bingung deh, kadang kesal kalau Ibu sudah cerewet soal waktu makan. Tapi memang saya salah juga sih, sering lupa makan jika sedang mengerjakan sesuatu yang penting/menarik. Tapi ya itu, saya selalu bertanya-tanya, kenapa Ibu sangat cerewet soal yang satu ini? Continue reading